CJR PENGANTAR BISNIS


CRITICAL JOURNAL REVIEW
PENGANTAR BISNIS
Dosen Pengampu: Dr. Kustoro Budiarta ME.
Disusun Oleh Kelompok 6:
Anjelina Manalu             (7193143001)
Helena Simanjorang       (7192443011)
Rospita Simamora                   (7193143010)
Sella Agustina                (7191143004)
Zenni Christina P           (7193343002)

PENDIDIKAN BISNIS B
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Journal Review ini tepat waktu.
Adapun tujuan dari penulisan CJR ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis yang di bimbing oleh Bapak Dr. Kustoro Budiarta ME. Selain itu, CJR ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Kustoro Budiarta ME. yang telah bersedia membimbing dan mengerahkan penulis dalam penyusunan tugas ini.
Penulis menyadari bahwa Critical Journal Review ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan tugas ini.
Medan,  Maret 2020

Penulis


DAFTAR ISI







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Rasionalisasi Pentingnya CJR

Critical Journal Review bukan hanya sekedar laporan atau tulisan tentang isi sebuah artikel, tetapi lebih menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interprestasi & analisis) mengenai keunggulan dan kelemahan  artikel  tersebut  dan  apa yang menarik dari artikel tersebut, bagaimana isi artikel tersebut yang bisa mempengaruhi cara berpikir & dan menambah pemahaman terhadap suatu bidang kajian tersebut dan lebih kritis menanggapinya. Dengan kata lain dengan Critical Journal Review akan menguji pikiran pengarang atau penulis berdasarkan sudut pandang, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.

B.     Tujuan Penulisan CJR

Alasan dibuatnya CJR ini adalah sebagai salah satu persyaratan penyelesaian tugas kuliah, khususnya mata kuliah Pengantar Bisnis, serta  untuk  menambah wawasan yang luas akan pengetahuan khususnya di bagian metode dalam peneltian. Meningkatkan daya kritis serta menguatkan materi tentang Bisnis.

C.    Manfaat CJR

1.      Dapat menambah wawasan yang luas, khususnya tentang materi Pengantar Bisnis.
2.      Penulis dapat lebih berpikir kritis lebih dari yang ia tahu.
3.      Pembaca dapat mengetahui bahwa ada kekurangan dan kelebihan dari jurnal yang di kritisi oleh penulis.


BAB II
PEMBAHASAN

REVIEW JURNAL

IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal
Jurnal Utama
Ethical Implications of the 4th Industrial Revolution for Business and Society
 
Jurnal Pembanding 1
Transformasi Perilaku Konsumen Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Pembanding 2
Profesional Ethics In The Construction Industry
DOI/ISSN Jurnal
Jurnal Utama
10.1108/S2514-175920190000003002
Jurnal Pembanding 1
2541-3406
Jurnal Pembanding 2
http://eprints.qut.edu.au/archive/00004119
Tahun Terbit
Jurnal Utama
Oktober 2018
Jurnal Pembanding 1
Oktober 2018
Jurnal Pembanding 2
Juni 2002
Penulis
Jurnal Utama
John N. Hooker, Tae Wan Kim
Jurnal Pembanding 1
Nyoman Sri Subawa dan Ni Wayan Widhiasthini
Jurnal Pembanding 2
Charles Vee dan Martinn Skitmore
Reviewer

Kelompok 6
Tanggal di review

19 Maret 2020
PENDAHULUAN
Tujuan Penelitian
Jurnal Utama
Pada Jurnal ini menganalisis tentang model bisnis yang pantas untuk melayani masyarakat pada dekade yang akan mendatang disaat banyaknya perubahan teknologi.
Jurnal Pembanding 1
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi perilaku konsumen dalam era revolusi industri 4.0.
Jurnal Pembanding 2
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pandangan responden tentang apakah penelitian akan menetapkan tingkat "profesionalisme etis" dalam konstruksi industri. tujuan yang dimaksudkan yaitu untuk menetapkan tingkat etika dalam konstruksi local industri.
Subjek Penelitian
Jurnal Utama
Model bisnis yang diteraspkan para perusahaan.
Jurnal Pembanding 1
Pola konsumsi masyarakat di era industri 4.0.
Jurnal Pembanding 2
Subjek penelitian kepada Para responden memiliki beragam pengalaman, dan dengan pengalaman tinggi periode pengalaman rata-rata 21 tahun di lapangan.
METODE
Metode Penelitian
Jurnal Utama
Metode penelitian yang digunakan merupakan observasi partisipatif dimana, penulis ikut dalam openelitian tersebut sehingga data yang didapatkan sangatlah akurat dan relevan. Selain itu metode yang dilakukan dengan mencari sample untuk mempermudah dalam pengambilan data sehingga data yang dihasilan ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif dari berapa persen perusahaan yang menggunakan model bisnis yang dipakai. Metode penulisan pada jurnal menggunakan penulisan yang deskriptif analitis yang memuat hasil yang didapat serta, memaparkan hasil analisis. Selain itu penulis menyampaikan ide yang kreatif dalam menganjurtkan model bisnis yang akan dipakai olrh perusahaan pada wajtu yang mendatang. 
Jurnal Pembanding 1
Metode dalam penulisan adalah dengan metode deskritptif-analitis serta mengggunakan metode hermeneutik, kemudian dilakukan pencarian data-data yang paling relevan dan utama terkait dengan kajian tentang pola konsumsi masyarakat dengan perkembangan industri di era 4.0 serta selanjutnya dilakukan analisis yang lebih tajam sehingga menghasilkan gagasan atau ide yang kreatif.
Jurnal Pembanding 2
Metode penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dengan sampel dengan menargetkan dari 75 berbagai perusahaan dan praktik individu di jurusan Area conurbation Australia dipilih secara acak.
Teknik Pengolaan Data
Jurnal Utama
Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode : Pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif.
Jurnal Pembanding 1
Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode : Pengumpulan data kualitatif.
Jurnal Pembanding 2
Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penyelesaian Masalah
Jurnal Utama
Model bisnis yang didasari dengan peran dan tanggung jawab yang dapat dilakukan oleh perusahaan pada waktu yang akan mendatang. Dimana model bisnis ini berdasarkan pada ekonomi pertunjukan, teknologi penggangguran, makna kerja, makna kerja, dan kewajiban untuk dikerjakan. Dimana Model Bisnis yang diterapkan harus memperhatikan etika terhadap kecerdasan buatan seperti, etika mesin, intelegensi buatan yang dapat dijelaskan dan hak atas penjelasan, intelegensi buatan sebagai rekayasa penyelesaian dan prinsip timbal balik yang adil dan yang terakhir adalah mempertahankan akuntabilitas dan augmentasi.
Ekonomi pertunjukkan merupakan bahwa pada ini diperlukan pertunjukkan yang bergantung penyelesaian sementara untuk mendapatkan penghasilan penggunaan ekonomi pertunjukkan ini telah banyak dilakukan secara universal.
Teknologi pengangguran
Teknologi pengangguran merupakan teknologi yang kurang berfungsi namun tetap dipakai yang menyebabkan. Terjadinya PHK pada tenaga sumber daya manusia sekitar 40 persen perusahann banyak yang menerapkan teknologi penggangguran ini demi mengurangi nya beban yang akan dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar sumber daya manusia.
Jurnal Pembanding 1
Hasil penelitian ini antara lain adalah bahwa Penelitian oleh Dewi, Nas, & Riadi (2016) menunjukkan bahwa faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian produk, dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, pribadi, sosial dan psikologi. Lebih lanjut penelitian Noviyarto (2010) menunjukkan keputusan pembelian konsumen dalam mengkonsumsi produk paket akses internet unlimited didominasi secara psikologi perilaku konsumen, yang dilakukan di Ibukota Jakarta, yang merupakan kota metropolis. Dari kedua penelitian tersebut, dapat diungkapkan bahwa perilaku konsumen dalam mengkonsumsi seringkali dilakukan tanpa disadarinya, faktor psikologi merupakan pertimbangannya seperti daya tarik produk yang ditawarkan, persepsi, tingkat kepercayaan terhadap produk, motivasi dan sikap atas produk. Psikologi konsumen akan membentuk karakter dan perilakunya dalam mengkonsumsi produk. Hal ini jika dilakukan secara berulang akan menjadi gaya hidup dan budaya konsumen dalam penenntuan pilihan guna memenuhi hasrat dan kebutuhannya.
Jurnal Pembanding 2
Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengungkapkan perilaku aktual yang merupakan "wilayah abu-abu", tidak etis berbatasan dengan ilegal, yang terjadi dalam konstruksi bangunan modern lingkungan Hidup. Jenis ketidaktepatan etis yang disurvei adalah tender kolusif,penyuapan, penipuan, kelalaian, ketidakjujuran, dan ketidakadilan.

Tender kolusif
14 (44%) responden pernah menyaksikan atau tender kolusif berpengalaman dalam industri. Dari 8 ini harga tutupan yang terlibat, 7 pemotongan tawaran, 2 biaya dan komisi tersembunyi dan 1 kompensasi dari biaya tender. Dua pihak yang paling sering terlibat dalam kolusi adalah klien dan kontraktor (7 responden), diikuti oleh kontraktor ke kontraktor (4 responden) dan akhirnya kontraktor ke sub-kontraktor (1 responden).

Penyuapan
8 (26%) responden pernah mengalami atau menyaksikan suap dalam industri, dalam bentuk bujukan uang tunai (semua responden), hadiah dan bantuan (3 responden) dan
hiburan (2 responden). Jenis lain dari bujukan sesekali dilaporkan,seperti round robin, bekerja ke rumah pribadi, pekerjaan tambahan dari klien dan gratis perjalanan.

Kelalaian
20 (67%) responden pernah menyaksikan atau mengalami kelalaian di industri, di PT bentuk dokumen berkualitas rendah (13 responden), pengerjaan buruk (12 responden), kualitas bahan yang buruk (8 responden) dan standar keselamatan yang tidak memadaidi lokasi (7 responden). Satu responden lebih lanjut melaporkan aliran informasi yang tidak memadai dari klien / konsultan ke kontraktor dan teknik konstruksi yang tidak memadai.

Penipuan
11 (35%) responden pernah menyaksikan atau mengalami kasus penipuan di industri. 7 dari ini menyoroti penipuan sebagai perilaku paling curang dalam industri, dengan contoh utama adalah:
• Secara sengaja menutupi pengerjaan yang buruk dan kualitas material selama inspeksi
• Membangun dengan bahan yang tidak termasuk dalam kutipan mereka
• Over pemesanan material
• Merusak dokumen kontrak yang ditandatangani
• Mengubah dokumen konstruksi
Sisanya (4 responden) menunjukkan informasi yang salah, terkait dengan klien tidak mengungkapkan semua informasi kepada semua tender sehingga memungkinkan keuntungan yang tidak adil untuk tenderer yang disukai.

Ketidakjujuran dan ketidakadilan
25 (81%) responden pernah menyaksikan atau mengalami perilaku tidak adil dan tidak jujur di Indonesia industri. Ini terjadi di empat bidang utama praktik tender, birokrasi atau kebijakan pemerintah, biaya konsultan dan biaya proyek, serta desain dan konstruksi pengaturan kontrak.

Korelasi perilaku tidak etis dengan profesi menunjukkan tingkat relatif dari perilaku tidak etis oleh manajer proyek, arsitek,kontraktor, klien dan peserta lain, untuk mengidentifikasi yang paling mungkin terlibat. Hasilnya menunjukkan kontraktor sebagai keseluruhan yang paling tidak etis. Diagram menunjukkan, kontraktor dinilai paling tidak etis pada semua area dengan terkecuali kelalaian, di mana arsitek dinilai lebih tinggi, dan tingkat yang hampir sama sebagai klien dalam perilaku tidak jujur dan tidak adil.
Keunggulan/Kekuatan Jurnal
Jurnal Utama
1. Penulisan abstrak yang sesuai dengan kaidah penulisan
2. Data yang ditampilkan sangat lengkap sehingga mudah untuk dianalisis oleh pembaca
3. Metode penelitian yang dilakukan peneliti sangat baik karena peneliti terjun langsung untuk mendapatkan data sehingga data tersebut benar-benar akurat
4. Menyampaikan hipotesis atas masalah yang dibahas
5. Menambahkan ide yang kreatif untuk menyelesaikan masalah yang dibahas
6. Pembagian-pembagian sub bab yang sangat kohesi dan koherensi uang memaparkan langkah langkah dalam menerapkan model bisnis yang melayani masyarakat
7. Melampirkan kesimpulan data dan pemecahan masalah yang menurut kami tepat
8. Melampirkan daftar pustaka yang sangat lengkap

Juranal Pembanding 1
1. Pada penelitian ini ditampilkan dengan lebih ringkas
2. Menggunakan metode yang mudah dimengerti
3. Terdapat hasil uji penelitian dengan penjelasan yang mudah dipahami
4. Judul penelitian yang digunakan oleh penulis juga cukup jelas, akurat dan menggambarkan apa yang akan diteliti.
Jurnal Pembanding 2
1. Jurnal ini tersusun secara struktur sehingga mempermudah pembaca memahami informasi yang tersusun.
2. Jurnal ini memiliki diagram sebagai bentuk penyampaian dari inti topic jurnal sehingga lebih mudah untuk dipahami.
3. Jurnal ini memuat informasi dari banyak sumber referensi sehinga menambah pemahaman pembaca
4. Analisis dan masalah pada jurnal ini dijelaskan dengan baik.  Bermula  dari  suatu permasalahan kemudian diuraikan apa-apa saja permasalahannya.
Kelemahan/Kekurangan Jurnal
Jurnal Utama
1. Dalam penggunaan anonim yang kurang dikenal sehingga membuat pembaca susah memahaminya
2. Dengan banyaknya hasil penelitian yang dipapar mengakibatkan penjelasan yang bertele-tele sehingga membuat makna ganda
3. Data kuantitatif yang didapatkan. Sangat kurang sehingga sulit untuk memprediksi apakah model bisnis tersebut dapat dilakukan.
Jurnal Pembanding 1
1. Penjelasan di penelitian ini kurang mendalam.
2. Pada jurnal ini peneliti tidak memuat saran, yang dapat menjadi bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya.
3. Pada penyusunan jurnal penulis tidak menggunakan kerangka penulisan jurnal dengan benar/ tidak sesuai dengan pada umumnya.
Jurnal Pembanding 2
1. Pada penyusunan jurnal penulis tidak menggunakan kerangka penulisan jurnal dengan benar/ tidak sesuai dengan pada umumnya.
2. Jurnal ini hanya menampilkan 1 diagram saja sehinga kurang memberi bentuk gambaran pemahaman
KESIMPULAN DAN PENUTUP
Kesimpulan
Jurnal Utama
Dengan model bisnis seperti ini akan membawa permintaan yang sangat meningkat akan tenaga kerja dan pekerjaan berkelanjutan serta pertumbuhan upah. inovasi yang kuat, dan melakukan jauh lebih dari sekadar menghasilkan laba dan memberikan pengembalian kompetitif bagi mereka yang memasok modal dan mengambil risiko. Ini adalah alat untuk mengubah ide menjadi produk dan layanan yang membahas tantangan masyarakat, dan sarana yang digunakan banyak orang untuk mencari nafkah.
Jurnal Pembanding 1
Faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi perilaku konsumen dalam era revolusi industri 4.0, meliputi budaya follower, yang memiliki arti sebagai bentuk perilaku sebagian besar masyarakat atau komunitas di lingkungannya yang dilakukan secara bersama-sama. Gaya hidup (life style) mencerminkan perilaku seseorang yang direfleksikan melalui aktivitasnya, sedangkan prestise terkait dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dan menjadikan orang tersebut berbeda dengan orang lain, yang diraih melalui kepemilikan produk berkualitas sehingga akhirnya membuat orang tersebut berbeda dengan yang lain. Faktor pencitraan merupakan sesuatu yang bersifat abstrak, karena hal tersebut terkait dengan ide, kesan, keyakinan konsumen atas produk yang dikonsumsinya.
Jurnal Pembanding 2
Literatur saat ini telah menyoroti meningkatnya permintaan untuk praktik etika yang baik dan perilaku profesional dalam semua bentuk bisnis, termasuk industri konstruksi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural yang menghasilkan ekstraksi responden. keyakinan dan nilai-nilai. Ketidakjelasan dalam jenis penelitian ini, tentu saja, tidak ada pemeriksaan silang untuk memastikan bahwa tindakan responden konsisten dengan tindakan mereka laporan. Diperlukan klarifikasi lebih lanjut tentang jenis perilaku tidak etis yang terlibat.
Survei mengungkapkannya meskipun mayoritas organisasi memiliki kode etik dan perilaku mereka sendiri karyawan adalah milik asosiasi profesional yang mengedepankan etika yang baik membatasi perilaku tidak etis itu sulit. Semua peserta, terlepas dari professional kesetiaan, membutuhkan pemahaman yang sama tentang nilai-nilai etika dan profesional. Sebagai selama kurangnya profesionalisme dan etika ada, bahkan kebaikan etis akan dimiliki kesulitan mempertahankan standar moral.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.      Dengan model bisnis seperti ini akan membawa permintaan yang sangat meningkat akan tenaga kerja dan pekerjaan berkelanjutan serta pertumbuhan upah. inovasi yang kuat, dan melakukan jauh lebih dari sekadar menghasilkan laba dan memberikan pengembalian kompetitif bagi mereka yang memasok modal dan mengambil risiko. Ini adalah alat untuk mengubah ide menjadi produk dan layanan yang membahas tantangan masyarakat, dan sarana yang digunakan banyak orang untuk mencari nafkah.
2.      Faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi perilaku konsumen dalam era revolusi industri 4.0, meliputi budaya follower, yang memiliki arti sebagai bentuk perilaku sebagian besar masyarakat atau komunitas di lingkungannya yang dilakukan secara bersama-sama. Gaya hidup (life style) mencerminkan perilaku seseorang yang direfleksikan melalui aktivitasnya, sedangkan prestise terkait dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dan menjadikan orang tersebut berbeda dengan orang lain, yang diraih melalui kepemilikan produk berkualitas sehingga akhirnya membuat orang tersebut berbeda dengan yang lain. Faktor pencitraan merupakan sesuatu yang bersifat abstrak, karena hal tersebut terkait dengan ide, kesan, keyakinan konsumen atas produk yang dikonsumsinya.
3.      Literatur saat ini telah menyoroti meningkatnya permintaan untuk praktik etika yang baik dan perilaku profesional dalam semua bentuk bisnis, termasuk industri konstruksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural yang menghasilkan ekstraksi responden. keyakinan dan nilai-nilai. Ketidakjelasan dalam jenis penelitian ini, tentu saja, tidak ada pemeriksaan silang untuk memastikan bahwa tindakan responden konsisten dengan tindakan mereka laporan. Diperlukan klarifikasi lebih lanjut tentang jenis perilaku tidak etis yang terlibat.


B.     Saran

Saran yang dapat kami berikan kepada para pembaca yaitu agar makalah ini dapat menjadi referensi atau rujukan bagi mahasiswa lainnya. Dan hasil analisa ataupun review jurnal ini dapat menjadi penilaian untuk menciptakan artikel yang lebih baik lagi agar memudahkan pembaca untuk memahaminya. Saran dan kritik juga kami harapkan dari para pembaca guna mencapai kesempurnaan dalam makalah critical joural review ini.


Komentar

Posting Komentar